Kamis, 06 November 2025

Penyelarasan Visi, Misi, dan Tujuan PKBM Sumber Ilmu Selayar dalam Mendukung Pembelajaran Mendalam

 Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan pendidikan nonformal, PKBM Sumber Ilmu Selayar terus berkomitmen untuk berbenah dan berkembang. Perubahan serta perkembangan zaman menuntut setiap satuan pendidikan memiliki arah serta landasan yang jelas dalam menjalankan fungsinya. Oleh karena itu, visi, misi, dan tujuan (VMT) lembaga menjadi hal penting yang harus selalu dievaluasi dan disesuaikan. Penyelarasan VMT bukan sekadar formalitas, melainkan pijakan fundamental yang memandu seluruh program belajar agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan peserta didik.

Pada tanggal 1 Oktober 2025, kami melaksanakan kegiatan penyelarasan VMT PKBM Sumber Ilmu Selayar. Kegiatan ini dilakukan dengan terlebih dahulu menganalisis Rapor Pendidikan sebagai dasar melihat kondisi aktual pembelajaran di PKBM. Dari hasil analisis tersebut, kami kemudian mengadakan diskusi bersama kepala satuan pendidikan serta para tutor untuk menyusun kembali rumusan visi, misi, dan tujuan lembaga yang lebih selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam.

Pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan pendekatan belajar yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya menghafal, tetapi memahami, mengaitkan, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks kehidupan. Agar prinsip ini berjalan, pola pikir seluruh penggerak pendidikan di PKBM harus terlebih dahulu sejalan. Karena itu, kami sekaligus melakukan pengimbasan konsep pembelajaran mendalam, yang diawali dengan pengenalan PPT dan PPB sebagai langkah mengubah pola pikir dari fixed mindset menjadi growth mindset.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 tutor PKBM Sumber Ilmu Selayar. Para tutor terlibat aktif dalam diskusi, refleksi, dan penyelarasan cara pandang terhadap proses pembelajaran. Harapannya, perubahan mindset ini tidak hanya berdampak pada penyusunan program, tetapi juga pada praktik pembelajaran langsung di kelas atau kelompok belajar.

Melalui penyelarasan VMT dan pengimbasan pembelajaran mendalam ini, PKBM Sumber Ilmu Selayar mengambil langkah awal yang kuat dalam mengikuti program pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi satuan pendidikan nonformal. Kami percaya bahwa perubahan yang dimulai dari dalam organisasi akan memberi dampak positif yang luas bagi peserta didik maupun masyarakat. Semoga langkah ini menjadi pijakan awal menuju layanan pendidikan yang lebih bermakna, inklusif, dan relevan bagi semua.







Senin, 18 November 2024

Tekan Angka Putus Sekolah, Kemendikdasmen Dorong Pendidikan Nonformal


Jakarta - Perluasan akses pendidikan Indonesia menjadi tugas penting yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen). Untuk menyelesaikan hal ini, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyiapkan dua solusi.
Solusi pertama berkaitan dengan menghidupkan pendidikan non-formal yang dinilai Mu'ti menjadi bagian penting Kemendikdasmen dalam memberikan dan membuka akses pendidikan. Sedangkan solusi kedua adalah membuka banyak rumah belajar.

"Rumah belajar itu nanti bentuknya bisa kita lakukan dalam berbagai pendekatan. Bisa inisiatif dari masyarakat (atau) kita selenggarakan di sekolah formal," kata Mu'ti dalam Pembukaan Pameran Bulan Bahasa dan Sastra di Gedung A Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Senin (28/10/2024).

Mu'ti menyadari banyak anak-anak Indonesia yang tak bisa sekolah karena berbagai faktor, termasuk bekerja. Sehingga kehadiran rumah belajar bisa mengakomodir mereka untuk tetap mendapat pendidikan sesuai dengan tumbuh kembangnya.

"Makanya kita berusaha untuk menyediakan sarana belajar yang lebih mendekatkan dan memudahkan anak-anak Indonesia untuk dapat belajar dan mendapatkan haknya sebagai bagian dari generasi bangsa kita di masa depan," tambahnya.

Tekan Angka Putus Sekolah
Kehadiran sekolah nonformal juga menjadi upaya Kemendikdasmen dalam menekan angka putus sekolah dini. Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah ini menjelaskan angka putus sekolah memiliki berbagai faktor.

"Sebagian karena alasan ekonomi, sebagian juga karena alasan domisili," tuturnya.

Hingga saat ini, Mu'ti mengaku kerap mendapatkan kiriman video dari masyarakat yang menggambarkan perjuangan anak-anak untuk bisa sekolah. Dengan demikian, dalam mewujudkan pesan Presiden Prabowo agar sekolah bisa dirasakan untuk semua tanpa terkecuali, berbagai program akan disusun.

Termasuk masalah sekolah inklusi yang menurutnya saat ini belum maksimal. Padahal mereka harus diperlakukan secara khusus.

"Sehingga kita buka berbagai opsi bagaimana agar semua anak Indonesia apapun keadaannya mereka tetap bisa belajar. Sebagai bagian dari bekal dan modal kita untuk menjadi generasi yang hebat di masa depan," ucapnya,

Sebelumnya Presiden Prabowo berpesan kepada Mu'ti untuk mewujudkan pendidikan Indonesia yang bermutu untuk semua. Sehingga kepentingan pendidikan diprioritaskan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Akses untuk memperoleh pendidikan itu akan kita coba semaksimal mungkin (agar) tidak ada warga negara yang kehilangan haknya (untuk merasakan pendidikan). Beliau (Presiden Prabowo) menyampaikan untuk kependidikan itu harus diprioritaskan dalam APBN," tandas Mu'ti.



SUBSCRIBE Disini

Penyelarasan Visi, Misi, dan Tujuan PKBM Sumber Ilmu Selayar dalam Mendukung Pembelajaran Mendalam

 Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan pendidikan nonformal, PKBM Sumber Ilmu Selayar terus berkomitmen untuk berbenah da...